Di Balik Kekalahan Timnas Garuda Atas Malaysia...

26 Desember 2010

By: good boy

First of all, mari kita review dulu pertandingan final AFF Szuzuki Cup yang telah berlangsung. Babak pertama skor masih 0-0. Memang pemain timnas garuda kita masih kelihatan banget kalo nervous, ya masih bisa dimaklumi karena pertandingan final. Tapi di awal babak ke-2 timnas sudah mulai keliatan gregetnya, walaupun masih belum taktis. Sampai puncaknya di menit ke-58 saat para pemain timnas garuda melakukan protes berjalan keluar lapangan karena ada gangguan sinar laser dari suporter malaysia.

Mulai dari sinilah tragedi itu terjadi. Mulai dari blunder fatal bek timnas yang menyebabkan gol pertama. Selanjutnya gol ke-2 dan gol ke-3 malaysia semakin membenamkan timnas garuda. Yap, dan akhirnya hingga laga berakhir kita resmi kalah 3-0. Memang di setiap pertandingn itu pasti ada kalah dan menang. Lagipula kita juga masih punya leg ke-2 di GBK untuk melakukan revenge terhadap malaysia.

Tapi di balik itu semua saya cuma ingin sedikit membahas tentang penyebab kekalahan timnas garuda pada malam yang menyedihkan itu. Memang pada pertandingan kemarin performa para pemain timnas sangat jauh di bawah standar. Terlepas dari gangguan supporter malaysia yang berlaku tidak sportif, pemain Malaysia memang tampil lebih baik dari pemain Indonesia.

Semangat juang para pemain timnas garuda jauh dari penampilan mereka dalam lima laga sebelumnya. Hal ini kelihatan banget waktu pertandingan berlangsung. Bagaimana dengan mudahnya para pemain malaysia melewati pemain Indonesia yang kelihatan seperti mati kutu. Gak tahu juga kenapa semangat para pemain saat itu sangat jauh di bawah standar.

Kira-kira apa ya penyebabnya? Ada yang tahu? Mungkin cuma Tuhan yang benar-benar tahu penyebabnya. Coba lihat kembali beberapa saat lalu setelah Indonesia mengalahkan Filipina dan memastikan diri melaju ke final. Saat itu berita di TV dan surat kabar rame-rame memberitakan lolosnya Indonesia ke final. Selain itu, ada juga berita tentang politisasi timnas garuda - kebanggaan masyarakat Indeonesia, yang diberi "sumbangan" oleh seorang pejabat.

Tajuk-tajuk di surat kabar dan editorial di TV yang saya baca dan lihat memberitakan tentang politisasi timnas dan kekhawatiran atas menurunnnya performa timnas garuda di final. Dan itu benar saja terjadi. Timnas garuda dengan mudahnya dibantai 3-0 oleh malaysia.

Saat melihat berita politisasi timnas garuda itu, saya berpkir. Kok mudah banget ya para pemain timnas diajak keluar ketemu dengan pejabat dengan dihadiri banyak wartawan yang meliput acara "pemberian sumbangan" itu. Mentang-mentang ketua PSSI enak banget bisa mempertemukan mereka ama si-BOS nya ketua PSSI.

Setelah itu ada lagi agenda lain dari PSSI, doa bareng di pesantren. Memang doa adalah energi terkuat untuk siapapun. Tapi apa bagus kalo doa itu diliput wartawan, diumumkan, dan diheboh-hebohkan? Kesannya bagi saya hanyalah riya, alias pamer. Akan lebih baik jika doa itu dilakukan sendiri-sendiri oleh seluruh masyarakat Indonesia. Setelah sholat atau sembahyang, bukan doa besar-besaran yang menjadi ajang foto bersama dan lain sebagainya itu.

Hal-hal tersebut jelas membuat konsentrasi para pemain timnas terganggu dan menurun. Yang akibatnya kita lihat tadi malam. Blunder fatal, kurangnya koordinasi, yang akhirnya menyebabkan kekalahan timnas Indonesia.

Bagi saya PPSI sekarang sama sekali tidak ada gunanya. Lihat saja berita yang sedang hangat-hangatnya. Penjualan tiket final piala AFF di GBK yag semrawut, kualitas wasit Indoesia yang masih dipertanyakan, dan berbagai masalah persepakbolaan Indonesia yang masih kacau.

Kesuksesan timnas mencapai final piala AFF sama sekali bukan jasa ataupun usaha PSSI. Bahkan PSSI merusak perjuangan rakyat Indonesia dan menjadi faktor yang menyebabkan kekalahan Indonesia atas Malaysia.

Jika anda setuju dengan tulisan saya ini tolong dilike. Silahkan tinggalkan komentar anda apapun di bawah ini.

Dukung Indonesia dan Singkirkan Para Pengkhianat Bangsa!

sumber: http://www.facebook.com/notes/yudhistira-mauris/di-balik-kekalahan-timnas-garuda-atas-malaysia/

Post a Comment

2 Comments

  1. wow.. blonya lucu
    permen sunduk
    jadi inget masa kecil dulu :p
    pkoknya apapun yg terjadi tetep dukubng timNas lah
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  2. hihihi..
    makasih :D
    salam kenal juga..

    ReplyDelete

Apa komentar kamu tentang artikel ini?